Kamis, 19 Maret 2020

E-learning yang berkaitan dengan ilmu pendidikan dan pekuliahan


        PENGERTIAN E-LEARNING

Beberapa pengertian E-learning yang memberikan pemahaman bahwa E-learning Ilmu pendidikan adalah:

1.       E-learning sebagai Pembelajaran jarak jauh yang berarti bahwa E-learning Ilmu pendidikan memungkinkan pelajar melakukan aktivitas belajar tanpa ada interaksi fisik secara langsung dengan pengajar akan tetapi melakukan kegiatan interaksi pembelajaran secara on-line dalam bentuk real-time off-line dan mengakses arsip.
2.       E-learning sebagai Pembelajaran dengan bantuan perangkat komputer yang berarti bahwa E-learning Ilmu pendidikan dilakukan dengan menggunakan atau memanfaatkan media komputer yang dilengkapi dengan dengan perangkat multimedia, koneksi Internet ataupun Intranet lokal.
3.       E-learning sebagai Pembelajaran formal atau informal yang berarti bahwa E-learning Ilmu pendidikan dalam pembelajarannya dapat dilakukan secara formal ataupun informal misalnya dengan pembelajaran tetap memiliki kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang sama dengan pembelajaran non E-learning akan tetapi memanfaatkan fasilits on line.

Sementara untuk pembelajaran informalnya melalui interaksi yang lebih sederhana, seperti sarana mailing list, enewsletter atau website. Wahono menguraikan secara rinci tentang perangkat infrastruktur E-learning sebagai berikut:
a.       Sistem dan Aplikasi E-learning Ilmu pendidikan: Sistem perangkat lunak E-learning adalah sistem yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Virtualisasi ini seperti Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, Diskusi kelompok, sistem penilaian, sistem ujian online dan beberapa fitur yang berkaitan dengan manajemen belajar seperti penyetoran tugas dan akses tentang informasi tugas yang diterima termasuk nilai yang diperoleh.
b.      Konten Elearning Ilmu pendidikan: Konten dan bahan ajar yang ada pada E-learning Ilmu pendidikan adalah sistem yang menyediakan manajemen sistem yang memuat konten dan bahan ajar dalam bentuk multimedia-based content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau text-based content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa), yang tersimpan dalam archives web. Sebagai bentuk pembelajaran jarak jauh,

 E-learning ilmu pendidikan memiliki beberapa keuntungan yang dapat dirasakan di antaranya adalah:
1.       Peserta didik dapat memperoleh bahan belajar atau materi serta soal-soal yang harus diselesaikan.
2.       Peserta didik dapat mengakses dan mengetahui informasi hasil pekerjaan atau nilai yang diperoleh dari setiap tes yang diselesaikan.
3.       Peserta didik dapat belajar dari komputer pribadi dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet.
4.       Peserta didik dapat menggunakan media CD/DVD yang telah disipkan.
5.        Peserta didik bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.
6.        Jumlah Peserta didik yang bisa ikut berpartisipasi dan berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran tidak terbatas dengan kapasitas kelas.
7.       Peserta didik dapat melakukan interaksi secara berkelompok melalui Group yang dapat dibuat sendiri oleh para pelajar berdasarkan tema atau materi pelajaran.
8.        Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar. Suatu pendidikan jarak jauh berbasis website antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut:
a.       Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community website based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.
b.      Interaksi dalam group; para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.
c.        Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya.
d.      Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh website based distance learning.
e.      Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.
f.         Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari website lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui website.

Jason Cole (2005) mengungkapkan bahwa, secara umum fungsi‐fungsi yang harus terdapat pada sebuah E-Learning antara lain:
1.       Unggah dan berbagi materi (Uploading and sharing materials). Umumnya E-learning menyediakan layanan untuk mempemudah proses publikasi konten. Dengan menggunakan editor HTML, kemudian mengirim dokumen melalui FTP server. Sehingga dengan demikian mempermudah instruktur untuk menempatkan materi ajarnya sesuai dengan silabus yang mereka buat. Kebanyak instruktur mengupload silabus perkuliahan, catatan materi, penilaian dan artikel‐artikel pelajar kapanpun dan dimanapun mereka berada.
2.       Forum online dan chatting (Forums and chats). Forum online dan chatting menyediakan layanan komunikasi dua arah antara instruktur dengan pesertanya, baik dilakukan secara sinkron (chat) maupun asinkron (forum, email). Sehingga dengan fasilitas ini, memungkinkan bagi pelajar untuk menulis tanggapannya, dan mendiskusikannya dengan teman‐temannya yang lain.
3.       Kuis dan survey secara online (Quizzes and surveys). Kuis dan survey secara online dapat digunakan untuk memberikan grade secara instan bagi peserta kursus. Hal ini merupakan tool yang sangat baik digunakan untuk mendapatkan respon (feedback) langsung dari pelajar yang sesuai dengan kemampuan dan daya serap yang mereka miliki. Proses ini dapat juga dilakukan dengan membangun sebuah bak soal, yang kemudian semua soal tersebut dapat di generate secara acak untuk muncul dalam kuis.
4.       Pengumpulan tugas (Gathering and reviewing assignments). Proses pemberian nilai dan skoring kepada pelajar dapat juga dilakukan secara online dengan bantuan E-learning ini.
5.       Merekam data nilai (Recording grades). Fungsi lain dari E-learning adalah melakukan perekaman data grade pelajar secara otomatis, sesuai konfigurasi dan pengaturan yang dilakukan oleh instruktur dari awal perkuliahan dilaksanakan

Elena  akan membantu dalam kegiatan perkuliahan yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas Gunadarma yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Akhirnya akan muncul sebuah nilai manfaat dari v-class sebagai media perkuliahan di Universitas Negeri Semarang . “elena  adalah Perangkat Lunak Bantu belajar berbasis Website yang dapat digunakan untuk memudahkan menyebarkan materi belajar melalui Internet. Dengan sistem ini dosen dapat memberikan materi, baik berupa file ataupun tulisan, memberikan informasiinformasi penting kepada para mahasiswanya, membaca dan memberikan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang diberikan para mahasiswa, memberikan tugas, dan memasukan soal-soal ujian juga menentukan waktu berlakunya ujian untuk para mahasiswanya. Sedangkan untuk para mahasiswa, dapat memilih kelas, dan mata Kuliah yang akan diikuti, mahasiswa bisa mendapatkan materi perkuliahan berupa file atau bacaan dari dosen yang bersangkutan, mengirimkan pertanyaan kepada dosen mata kuliah tersebut, mengirimkan kontak pada mahasiswa lain, melihat informasi dari dosen yang bersangkutan, dan melakukan ujian pada waktu yang telah ditetapkan, mengirimkan tugas dan juga dapat tersedia forum diskusi”.

Fungsi Elena ini membantu setiap pemahaman dan pengertian dari informasi yang ingin disebarkan kepada khalayak yang ingin dituju. E-learning sendiri merupakan sebuah pembelajaran jarak jauh yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dan juga menjadi proses cara belajar yang dapat menunjang pemahaman yang lebih dari apa yang didapatkan ketika proses belajar dilakukan secara tatap muka di satu tempat antara pengajar dengan peserta didiknya. Hal ini karena ketika pada saat peserta didik kurang paham apa yang telah disampaikan oleh pengajarnya, mereka akan mendapatkan pemahaman yang lebih setelah menggunakan Elena  dengan melihat kembali catatan atau modul dari materi yang diajarkan oleh pengajar. Seperti pendapat yang disampaikan

Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa fungsi E-learning telah tercapai dan sesuai karena didukung pula dengan kemudahan pengoperasian ketika pengguna menjalankan system tersebut, pengguna dengan mudah melakukan kegiatan sesuai dengan apa yang diperlukan dengan keberadaan dari system E-learning bagi seluruh civitas akademika Universitas Negeri Semarang. E-learning sendiri menawarkan pengguna berbagai kemudahan yang didapatkan ketika menggunakan system E-learning baik dosen maupun mahasiswa. Seorang dosen akan mendapatkan kemudahan menyebarkan materi ketika tidak bisa hadir pada saat jam perkuliahan, sedangkan mahasiwa akan mendapatkan kemudahan mendapatkan materi dari apa yang dipelajari ketika belajar di kelas. Seorang dosen akan terbantu dalam fungsi penyebaran materi kepada mahasiswanya agar dapat mengikuti instruksi yang ingin diberikan, hal inilah yang menjadi salah satu motivasi dosen untuk menggunakan system E-learning. Ketika pemberian materi yang dilakukan dikelas mungkin ada penjelasan yang terlewatkan karena jumlah SKS yang sedikit akhirnya dengan pemberian modul materi, mahasiswa yang kurang jelas dengan penjelasan dikelas tadi dapat mendalami kembali dengan modul yang ada di system E-learning. Dosen dapat dengan mudah memberikan pengunguman kepada peserta didiknya secara cepat dan menyeluruh karena sifat dari penyebaran informasi system E-learning itu sendiri secara serempak dalam waktu singkat. Dari hal ini dapat dilihat bahwa system Elearning pun memberikan sebuah respon positif akan penggunaannya karena memberikan penghematan waktu yang efektif dalam penyebaran informasi. Dari mahasiswa pun mempunyai respon positif dalam system E-learning. Seorang mahasiswa mempunyai kemudahan dalam mendapatkan informasi tugas dengan jelas sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh dosennya sehingga mahasiswa tidak akan mendapatkan kesulitan mengerjakan tugas yang diberikan. Mahasiswa pun tidak perlu menemui dosennya untuk mengumpulkan tugas karena kapan saja dan dimana saja seorang mahasiswa bisa mengumpulkan tugas dengan cara meng-upload tugas secara langsung dari system E-learning. Kemudahan lain yang didapatkan seorang mahasiswa dalam menngunakan system E-learning adalah dengan menggunakan fitur message untuk mengirim pesan kepada dosen untuk menanyakan beberapa hal mengenai perkuliahan, sehingga mahasiswa senang menggunakan system E-learning ini. Seorang pengguna akan mendapatkan efek rangsangan yang berbeda dalam melakukan kegiatan perkuliahan yang dibantu dengan system E-learning. Responden beranggapan bahwa mereka lebih mendapatkan sesuatu yang berbeda ketika menggunakan E-learning  jika dibandingkan dengan sistem perkuliahan yang dilakukan didalam kelas.

Mahasiswa merasa lebih nyaman menggunakan aplikasi kuliah online untuk mengumpulkan tugas kepada dosen dari pada harus membuang waktu dan materi hanya untuk mengumpulkan tugas dengan datang langsung ke kampus. Seperti apa yang dirasakan mahasiswa, bentuk rangsangan yang dirasakan dosen dalam menggunakan aplikasi ini pun beragam. Mereka sangat terbantu dalam penyebaran materi dan semakin mudah memberikan penjelasan karena dapat memberikannya melalui modul perkuliahan yang disebarkan secara serentak kepada mahasiswanya ketika dosen tersebut tidak bisa hadir dikelas.  Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa dengan terpenuhinya kebutuhan dari  E-Learning Mahasiswa yang menggunakan nya akan senatiasa lebih mengetahui informasi yang diberikan oleh dosen sehingga apa yang diharapkan oleh dosen, dapat diikuti dengan baik oleh mahasiswanya. Elena telah membuka wawasan para mahasiswa bahwa kuliah bukan hanya di kelas. Apalagi jika di bandingkan kemampuan mahasiswa yang tidak menggunakan elene , mahasiswa online bisa di bilang sangat mumpuni untuk menggunakan teknologi internet dikarenakan pengetahuan dan kebutuhan akan informasi di kampus dan lingkungannya sebagai salah satu alternatif cara belajar mereka selama perkuliahan mereka di Universitas Negeri Semarang.

Hasil dari keseluruhan penelitian yang dilakukan secara wawancara akhirnya dapat menyimpulkan bahwa keberadaan E-Learning tidak bisa disangkal lagi sebagai salah satu media baru dalam perkuliahan dan menjadi alternatif dalam mendapatkan informasi tentang perkuliahan. E-Learning akan menjadi sebuah pengalaman baru bagi mahasiswa karena dari segi informasi mahasiswa online akan lebih mumpuni dibandingkan mahasiswa yang tida menggunakan aplikasi elena,  Mahasiswa dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh dosennya karena ketika pemberian materi, mahasiswa akan disuguhkan dengan gambar sehingga mahasiswa akan lagsung bisa mempraktekan apa yang diajarkan tanpa harus bertemu dengan dosen untuk menanyakan kesulitan memahami apa yang diajarkan. Beberapa hal inilah yang menjadi sebuah pengalaman baru bagi mahasiswa online dan dosen yang menggunakan aplikasi ini sebagai media perkuliahan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar